BISMILLAH :)

Rabu, 25 Desember 2013

TOKOH MATEMATIKA

Assalamu'alaikum Wr Wb
kali ini saya akan memposting tentang Tokoh Matematika, yah sebagai mahasisiwa Pendidikan Matematika kita seharusnya mengenal siapa saja tokoh-tokoh matematika itu.
Mari kita simak tulisan di bawah ini :)
Pelajaran Matematika kerap menjadi momok anak sekolah. Selain dianggap sulit, matematika memang sangat membosankan bagi beberapa orang, terutama jika dia tidak suka berlogika.


Ahli matematika Muslim fenomenal di era keemasan Islam ternyata bukan hanya Al-Khawarizmi. Pada abad ke-10 M, peradaban Islam juga pernah memiliki seorang matematikus yang tak kalah hebat dibandingkan Khawarizmi. Matematikus Muslim yang namanya terbilang kurang akrab terdengar itu bernama Abul Wafa Al-Buzjani.
Abul Wafa adalah seorang saintis serba bisa. Selain jago di bidang matematika, ia pun terkenal sebagai insinyur dan astronom terkenal pada zamannya.

Kiprah dan pemikirannya di bidang sains diakui peradaban Barat. Sebagai bentuk pengakuan dunia atas jasanya mengembangkan astronomi, organisasi astronomi dunia mengabadikannya menjadi nama salah satu kawah bulan. Dalam bidang matematika, Abul Wafa pun banyak memberi sumbangan yang sangat penting bagi pengembangan ilmu berhitung itu.
Sepanjang hidupnya, sang ilmu wan telah berjasa melahirkan sederet inovasi penting bagi ilmu matematika. Ia tercatat menulis kritik atas pemikiran Eucklid, Diophantos dan Al-Khawarizmi sayang risalah itu telah hilang. Sang ilmuwanpun mewariskan Kitab Al-Kami (Buku Lengkap) yang membahas tentang ilmu hitung (aritmatika) praktis. Kontribusi lainnya yang tak kalah penting dalam ilmu matematika adalah Kitab Al-Handasa yang mengkaji penerapan geometri. Ia juga berjasa besar dalam mengembangkan trigonometri.

Abul Wafa tercatat sebagai matematikus pertama yang mencetuskan rumus umum si nus. Selain itu, sang mate ma tikus pun mencetuskan metode baru membentuk tabel sinus. Ia juga membenarkan nilai sinus 30 derajat ke tempat desimel kedelapan. Yang lebih menga gumkan lagi, Abul Wafa mem buat studi khusus tentang tangen serta menghitung sebuah tabel tangen.

Jika Anda pernah mempelajari matematika tentu pernah mengenal istilah secan dan cosecan. Ternyata, Abul Wafalah yang pertama kali memperkenalkan istilah matematika yang sangat penting itu. Abu Wafa dikenal sangat jenius dalam bidang geometri. Ia mampu menyelasikan masalah-masalah geometri dengan sangat tang kas.

Sejatinya, ilmuwan serba bisa itu bernama Abu al-Wafa Muhammad Ibn Muhammad Ibn Yahya Ibn Ismail Ibn Abbas al-Buzjani. Ia terlahir di Buzjan, Khurasan (Iran) pada tanggal 10 Juni 940/328 H. Ia belajar matematika dari pamannya bernama Abu Umar al- Maghazli dan Abu Abdullah Muhammad Ibn Ataba. Sedangkan, ilmu geometri dikenalnya dari Abu Yahya al-Marudi dan Abu al-Ala’ Ibn Karnib.

Abul Wafa memang fenomenal. Meski di dunia Islam modern namanya tak terlalu dikenal, namun di Barat sosoknya justru sangat berkilau. Tak heran, jika sang ilmuwan Muslim itu begitu dihormati dan disegani. Orang Barat tetap menyebutnya dengan nama Abul Wafa. Untuk menghormati pengabdian dan dedikasinya dalam mengembangkan astronomi namanya pun diabadikan di kawah bulan.


Di antara sederet ulama dan ilmuwan Muslim yang dimiliki peradaban Islam, hanya 24 tokoh saja yang diabadikan di kawah bulan dan telah mendapat pengakuan dari Organisasi Astronomi Internasional (IAU). Ke-24 tokoh Muslim itu resmi diakui IAU sebagai nama kawah bulan secara bertahap pada abad ke-20 M, antara tahun 1935, 1961, 1970 dan 1976. salah satunya Abul Wafa.


Kebanyakan, ilmuwan Muslim diabadikan di kawah bulan dengan nama panggilan Barat. Abul Wafa adalah salah satu ilmuwan yang diabadikan di kawah bulan dengan nama asli. Kawah bulan Abul Wafa terletak di koordinat 1.00 Timur, 116.60 Timur. Diameter kawah bulan Abul Wafa diameternya mencapai 55 km. Kedalaman kawah bulan itu mencapai 2,8 km.
Matematika Ala Abul Wafa

Salah satu jasa terbesar yang diberikan Abul Wafa bagi studi matematika adalah trigo no metri. Trigonometri berasal dari kata trigonon = tiga sudut dan metro = mengukur. Ini adalah adalah sebuah cabang matematika yang berhadapan dengan sudut segi tiga dan fungsi trigo no met rik seperti sinus, cosinus, dan tangen.

Trigonometri memiliki hubungan dengan geometri, meskipun ada ketidaksetujuan tentang apa hubungannya; bagi beberapa orang, trigonometri adalah bagian dari geometri. Dalam trigonometri, Abul Wafa telah memperkenalkan fungsi tangen dan memperbaiki metode penghitungan tabel trigonometri. Ia juga tutur memecahkan sejumlah masalah yang berkaitan dengan spherical triangles.

Secara khusus, Abul Wafa berhasil menyusun rumus yang menjadi identitas trigonometri. Inilah rumus yang dihasilkannya itu:


sin(a + b) = sin(a)cos(b) +

cos(a)sin(b)

cos(2a) = 1 – 2sin2(a)

sin(2a) = 2sin(a)cos(a)

Selain itu, Abul Wafa pun berhasil membentuk rumus geometri untuk parabola, yakni:

x4 = a and x4 + ax3 = b.

Rumus-rumus penting itu hanyalah secuil hasil pemikiran Abul Wafa yang hingga kini masih bertahan. Kemampuannya menciptakan rumus-rumus baru matematika membuktikan bahwa Abul Wafa adalah matematikus Muslim yang sangat jenius .


Semoga bermanfaat :)

 wassalamu'alaikum Wr Wb

Selasa, 24 Desember 2013

Ini tulisan Aamiin yang benar


Assalamu'alaikum Wr Wb

hay,,
bagaimana kabar teman-teman ? semoga baik-baik saja :-)

hari ini saya akan memposting tentang penulisan kata Aamiin yang benar. Karena banyak dari kita semua yang masih salah dalam penulisan kata Aamiin, padahal ini berkaitan dengan Agama.


Ada yang menulis “amin“, “amiin”, “aamin” bahkan tidak jarang juga ada yg menulis “Amien” Seperti kita ketahui Lafaz Aamiin diucapkan didalam dan diluar shalat, diluar shalat, aamiin diucapkan oleh orang yang mendengar doa orang lain.
Aamiin termasuk isim fiil Amr, yaitu isim yang mengandung pekerjaan. Maka para ulama jumhur mengartikannya dengan Allahummas istajib (ya Allah ijabahlah). Makna inilah yang paling kuat dibanding makna-makna lainnya seperti bahwa aamiin adalah salah satu nama dari asma Allah Subhanahu wata ’alaa.

Membaca aamiin adalah dengan memanjangkan a (alif) dan memanjangkan min, apabila tidak demikian akan menimbulkan arti lain.

Dalam Bahasa Arab, ada empat perbedaan kata “AMIN” yaitu :
1. ”AMIN” (alif dan mim sama-sama pendek), artinya AMAN, TENTRAM
2. “AAMIN” (alif panjang & mim pendek), artinya MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN
3. ”AMIIN” (alif pendek & mim panjang), artinya JUJUR TERPERCAYA
4. “AAMIIN” (alif & mim sama-sama panjang), artinya YA TUHAN, KABULKANLAH DOA KAMI

jika teman-teman memahami bahasa arab...silahkan tulis kata kata itu dalam tulisan arab..maka maknanya akan berbeda..maka dari itu ulama yg mempelajari Alquran dan hadits hati hati..karana jika salah..maka maknanya akan lain..dan bisa menimbulkan salah paham.

Terus Bagaimana dengan pengucapan/Penulisan “ AMIEN“ ???
Sebisa mungkin untuk yang satu ini (Amien) dihindari, karena Ucapan “Amien” yang lazim dilafadzkan oleh penyembah berhala (Paganisme) setelah do’a ini sesungguhnya berasal dari nama seorang Dewa Matahari Mesir Kuno:
Amin-Ra (Arab)atau orang Barat menyebutnya Amun-Ra)
Marilah kita biasakan menggunakan kaidah bahasa yang benar dan jangan pernah menyepelekan hal yang sebenarnya besar dianggap kecil.

kata kata ini terlihat sederhana..dan mudah ditulis..namun jika salah dalam penempatannya..maka ia tak sesuai dengan maksud.



Nah, bagi teman-teman yang selama ini salah dalam penulisan Aamiin mari perbaiki dari sekarang :-)

mari kita sama-sama belajar,
semoga bermanfaat yah

Wassalamu'alaikum Wr W
b

Senin, 23 Desember 2013

Bagaimana hukum bertepuk tangan dalam Islam?



Hay guys :-D

Bagaimana kabarmu hari ini? Semoga baik-baik saja J
Nah, sekarang saya akan memposting tentang bertepuk tangan . Ide memposting ini muncul karena suatu ketika saya sedang bersiul,, haha dan itu adalah kebiasaan buruk saya yg akhirnya di tegur oleh teman saya, dia bilang gak boleh. Karena penasaran saya langsung mencari info lewat mbah google wkwk :-D
Dari hasil pencarian yang terlihat malah tentang bertepuk tangan dalam Islam yaitu perbuatan haram, nah looohhh…

Firman Allah SWT :
 “Tiadalah solat atau ibadah mereka di Masjidil Haram selain muka’ (siulan) dan tashdiyyah (tepuk tangan). Maka rasakan azab disebabkan kekafiran kamu.” (Surah al-Anfal ayat 35).

Pentafsir mentafsirkan ayat ini mengatakan perkataan al-muka’ (siulan) dan al-tashdiyyah (tepuk tangan) yang dimaksudkan dalam surah al-Anfal ialah perbuatan orang kafir yang mengganggu sholat dan bacaan al-Quran Rasulullah serta kaum muslimin.
Tepukan dan siulan itu mendatangkan rasa tidak senang kepada Rasulullah dan orang Islam sehingga Rasulullah menegah perbuatan berkenaan.
Al Qurtubi pula merujuk kepada pendapat Ibnu Abbas mengatakan, masyarakat Quraisy jahiliah melakukan tawaf di Masjidil Haram dengan bertelanjang, bertepukan dan bersiulan. Pada pandangan mereka itu  adalah ibadat. 
Begitu juga sebagian pendapat mengatakan menepuk tangan diharamkan kepada lelaki berasaskan dalil hadis sahih yang bermaksud:

“Barang siapa yang ingin membaiki kesalahan dalam sholat hendaklah dia bertasbih (dengan berkata subhanallah). Sesungguhnya apabila dia berkata demikian, imam akan berpaling kepadanya (memberi perhatian). Dan sesungguhnya bertepuk tangan itu adalah khusus untuk wanita.” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

Perbuatan itu dilarang karena termasuk dalam tasyabbuh (menyerupai) wanita seperti dinyatakan hadis bahwa hal semacam itu hanya khusus bagi wanita ketika memperingatkan imam yang lupa?salah dalam solat sementara lelaki disuruh mengingatkan imam dengan ucapan tasbih.
Menurut ajaran as-Sunnah, bila seorang muslim melihat atau mendengar sesuatu yang mengagumkan atau yang tidak disukainya, hendaknya ia mengucapkan: “subhanallah” atau “Allahu akbar”, sebagaimana disebutkan dalam banyak hadits shahih.

Lalu bagaimana menepuk tangan di luar shalat, artinya dalam keadaan tidak butuh?
Dalam ensiklopedia fiqih (Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah) dijelaskan:
Tepuk tangan di luar shalat dan bukan di saat waktu khitbah (wanita dilamar), itu dibolehkan jika memang ada hajat yang memang benar-benar dibutuhkan. Contohnya saja adalah ketika memberi izin, mengingatkan, memperbagus lantunan nasyid,  atau sekedar seorang wanita bermain-main dengan anak-anaknya.
Adapun jika itu bukan karena hajat (kebutuhan mendesak), maka telah ditegaskan oleh para ulama akan haramnya dan sebagian ulama menyatakannya makruh.
Para ulama menyatakan bahwa perbuatan semacam itu adalah permainan yang sia-sia atau termasuk bentuk tasyabbuh (menyerupai) amalan ibadah orang-orang Jahiliyah ketika mereka berada di sekeliling Ka’bah,
وَمَا كَانَ صَلَاتُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ إِلَّا مُكَاءً وَتَصْدِيَةً
“Sembah yang mereka di sekitar Baitullah itu, lain tidak hanyalah siulan dan tepukan tangan.” (QS. Al Anfal: 35)

Wallahu waliyyut taufiq.

Tetapi ada pendapat lain tentang hukum bertepuk tangan dalam Islam
Hukum bertepuk tangan dalam majlis asalnya mubah (perkara diharuskan) sebab bertepuk tangan termasuk perbuatan jibiliyah (af’al jibiliyyah) yang hukum asalnya mubah, sepanjang tidak ada dalil mengharamkan.
Perbuatan jibiliyah adalah perbuatan secara alamiah (fitrah) dilakukan manusia sejak penciptaannya dan menjadi bahagian yang tidak terpisah dari sifat kemanusiaannya seperti berfikir, bercakap, berjalan, berlari, melompat, duduk, makan, minum, mendengar, melihat dan seterusnya.
Menepuk tangan itu sesuatu yang diharuskan syarak. Ia boleh menceriakan sesuatu majlis terutama bagi menggembirakan kanak-kanak. Walaupun begitu, hukumnya boleh menjadi haram apabila bertepuk tangan dalam pertunjukan hiburan yang tidak syarak, pembukaan aurat atau menghina serta mengejek orang lain.
Bertepuk tangan di luar sholat sama ada di majlis keramaian adalah harus pada hukum syarak. Yang ditegah adalah sewaktu sholat ataupun mengaitkannya dengan ibadah. Begitu juga niat orang yang bertepuk tangan untuk mengejek, menghina ataupun memuji orang yang tidak sepatutnya.
hukum bertepuk tangan dalam suatu forum, misalnya saja tabligh akbar, adalah mubah. Sebab, bertepuk tangan termasuk perbuatan jibiliyah (af’al jibiliyyah) yang hukum asalnya mubah, sepanjang tidak ada dalil yang mengharamkan (Taqiyuddin an-Nabhani, asy-Syakhshiyyah Al-Islamiyah, III/85).
            Jika ada dalil tertentu yang mengharamkan suatu perbuatan jibiliyah, barulah hukumnya haram.


nah bagaimana menurut pendapat teman-teman??
mari kita renungkan bersama :-)

Wassalamu'alaikum 




Minggu, 22 Desember 2013

Selamat Hari Ibu untuk Perempuan terhebat :))

ibuku perempuan terhebat

Masih sangat teringat, di hari minggu tgl 3 Juni 2012.
di saat-saat keberangkatan, aku menyalami tiap tangan mereka yang meluangkan waktu untukku,
hingga akhirnya aku mencium tangan yang sudah terasa kasar karena merawatku dari kecil hingga sekarang,
kulit yang mulai keriput karena ia telah menua.

Tanpa tersadar, tiba-tiba aku merasakan hangat pelukannya, tak ada kata, dan akupun tak kuasa untuk tidak menangis.
Air mata yang mengalir di pipinya, senyuman yang menghiasi wajahnya dan kata demi kata yang ia ucapkan di sela isak tangisnya yang jarang aku lihat dan jarang ia tampakkan,
entah apa yang ia pikirkan dan rasakan saat harus melepas sang anak yang ia rawat dari kecil, aku hanya bisa berandai-andai, mungkin di malam-malam sebelum hari itu tiba ia telah menguatkan hati dan mungkin hanya bercerita kepada Tuhannya untuk bisa melepas sang anak yang sama sekali belum bisa berbuat apapun untuk membahagiakannya, sang anak yang hanya bisa membuatnya marah dan menangis :')

Dan rasanya aku tak ingin lepas dari pelukan terhangat itu,, tapi inilah hidup yang harus aku lalui.
Ibu saja sanggup merelakan sang anak yang bertahun-tahun ia rawat untuk melangkah jauh meninggalkannya demi cita-cita .
Dan aku juga harus sanggup seperti dia, harus sanggup melewati ini dan suatu saat nanti kembali ke pangkuannya bersama gelar yang mungkin bisa membuatnya sedikit bangga,

Aku begitu merindukan hangat pelukan saat itu...

Miss you

Jumat, 20 Desember 2013

Belajar dari dia :D









Jadilah seperti burung yang terbang membentuk variasi huruf "V" yang dipimpin oleh seekor diantaranya,, dan anggota lainnya selalu memberi semangat pada pemimpinnya.
Jika diantara mereka ada yang tak sanggup lagi untuk terbang maka yang lainnya akan menemani dan tidak meninggalkan ia sendiri.


Jangan jadi seperti kepiting yang jika terperangkap dalam sebuah lubang, ia akan menarik temannya agar ikut terjatuh di dalam lubang tersebut .





keep SMILE :))

Kamis, 19 Desember 2013

Cahaya Ku


kita terlahir ke dunia karena pengorbanan sang Ibu,
hanya 1 yang ia tau,hanya 1 yg ia ingin,,
buah hatinya trlahir di bumi pertiwi ini...

Ingus,pipis,kotoran selalu menyibukkan sang Ibu..
Tapi sungguh,itu tak membuat ia lelah dan mengeluh. . .

Menangis,mengenal, merangkap,berjalan dan berlari...
Sang ayah mengajarkan segalanya untuk kita,,dari menyanyi, bergaya,belajar dan apapun itu hingga kita bisa jadi yg mereka harapkan. . .
Dengan kebahagia'an dan kebanggan, mereka menyaksikan sang anak tmbuh dan berkembang..

Tak terasa, semua terlewati dengan senyum, air mata, dan rumah sebagai saksi bisu kebahagiaan. . .
Kini sang anak tmbuh dewasa,tahu akan yg baik dan tidak,, tahu akan jasa orang tua yg tak kan terbalas oleh apapun. . .

Saat kita harus pergi, merekapun sadar bahwa itu memang akan terjadi..
Dengan perasaan bahagia dan haru yg entah bagaimana cerminan perasaan itu,
mereka melepas kita, menatap dgn tatapan lembut dan tulus, memeluk dan mencium hingga air mata yang membasahi pipinya yg mulai kriput juga ikut membsahi pipi qt..
Tatapan dan pelukan hangatnya mengantar kita ke kehidupan di hari esok...
Hanya 1 pinta mereka, kebahagiaan dan kesuksesan untuk sang anak, agar mereka bisa tertidur lelap dengan tenang di tidur panjangnya suatu saat nanti
:)