Hay guys :-D
Bagaimana kabarmu hari ini? Semoga baik-baik saja J
Nah, sekarang saya akan memposting tentang bertepuk
tangan . Ide memposting ini muncul karena suatu ketika saya sedang bersiul,,
haha dan itu adalah kebiasaan buruk saya yg akhirnya di tegur oleh teman saya,
dia bilang gak boleh. Karena penasaran saya langsung mencari info lewat mbah
google wkwk :-D
Dari hasil pencarian yang terlihat malah tentang
bertepuk tangan dalam Islam yaitu perbuatan haram, nah looohhh…
Firman
Allah SWT :
“Tiadalah
solat atau ibadah mereka di Masjidil Haram selain muka’ (siulan) dan tashdiyyah
(tepuk tangan). Maka rasakan azab disebabkan kekafiran kamu.” (Surah
al-Anfal ayat 35).
Pentafsir
mentafsirkan ayat ini mengatakan perkataan al-muka’ (siulan)
dan al-tashdiyyah (tepuk tangan) yang dimaksudkan dalam surah
al-Anfal ialah perbuatan orang kafir yang mengganggu sholat dan bacaan al-Quran
Rasulullah serta kaum muslimin.
Tepukan
dan siulan itu mendatangkan rasa tidak senang kepada Rasulullah dan orang Islam
sehingga Rasulullah menegah perbuatan berkenaan.
Al
Qurtubi pula merujuk kepada pendapat Ibnu Abbas mengatakan, masyarakat Quraisy
jahiliah melakukan tawaf di Masjidil Haram dengan bertelanjang, bertepukan dan
bersiulan. Pada pandangan mereka itu adalah ibadat.
Begitu juga sebagian
pendapat mengatakan menepuk tangan diharamkan kepada lelaki berasaskan dalil
hadis sahih yang bermaksud:
“Barang siapa yang ingin
membaiki kesalahan dalam sholat hendaklah dia bertasbih (dengan berkata
subhanallah). Sesungguhnya apabila dia berkata demikian, imam akan berpaling
kepadanya (memberi perhatian). Dan sesungguhnya bertepuk tangan itu adalah
khusus untuk wanita.” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)
Perbuatan itu dilarang karena termasuk dalam
tasyabbuh (menyerupai) wanita seperti dinyatakan hadis bahwa hal semacam itu
hanya khusus bagi wanita ketika memperingatkan imam yang lupa?salah dalam solat
sementara lelaki disuruh mengingatkan imam dengan ucapan tasbih.
Menurut
ajaran as-Sunnah, bila seorang muslim melihat atau mendengar sesuatu yang
mengagumkan atau yang tidak disukainya, hendaknya ia mengucapkan: “subhanallah” atau “Allahu akbar”, sebagaimana disebutkan dalam banyak hadits shahih.
Lalu
bagaimana menepuk tangan di luar shalat, artinya dalam keadaan tidak butuh?
Dalam
ensiklopedia fiqih (Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah) dijelaskan:
Tepuk
tangan di luar shalat dan bukan di saat waktu khitbah (wanita
dilamar), itu dibolehkan jika memang ada hajat yang memang benar-benar
dibutuhkan. Contohnya saja adalah ketika memberi izin, mengingatkan,
memperbagus lantunan nasyid, atau sekedar seorang wanita bermain-main
dengan anak-anaknya.
Adapun jika itu bukan karena hajat (kebutuhan
mendesak), maka telah ditegaskan oleh para ulama akan haramnya dan
sebagian ulama menyatakannya makruh.
Para
ulama menyatakan bahwa perbuatan semacam itu adalah permainan yang sia-sia atau
termasuk bentuk tasyabbuh (menyerupai) amalan ibadah
orang-orang Jahiliyah ketika mereka berada di sekeliling Ka’bah,
وَمَا كَانَ صَلَاتُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ إِلَّا
مُكَاءً وَتَصْدِيَةً
“Sembah
yang mereka di sekitar Baitullah itu, lain tidak hanyalah siulan dan tepukan
tangan.” (QS. Al Anfal: 35)
Wallahu
waliyyut taufiq.
Tetapi ada pendapat lain tentang hukum bertepuk tangan
dalam Islam
Hukum bertepuk tangan dalam majlis asalnya
mubah (perkara diharuskan) sebab bertepuk tangan termasuk perbuatan jibiliyah
(af’al jibiliyyah) yang hukum asalnya mubah, sepanjang tidak ada dalil
mengharamkan.
Perbuatan jibiliyah adalah perbuatan secara
alamiah (fitrah) dilakukan manusia sejak penciptaannya dan menjadi bahagian
yang tidak terpisah dari sifat kemanusiaannya seperti berfikir, bercakap,
berjalan, berlari, melompat, duduk, makan, minum, mendengar, melihat dan seterusnya.
Menepuk tangan itu sesuatu yang diharuskan syarak. Ia boleh
menceriakan sesuatu majlis terutama bagi menggembirakan kanak-kanak. Walaupun
begitu, hukumnya boleh menjadi haram apabila bertepuk tangan dalam pertunjukan
hiburan yang tidak syarak, pembukaan aurat atau menghina serta mengejek orang
lain.
Bertepuk tangan di luar sholat sama ada di
majlis keramaian adalah harus pada hukum syarak. Yang ditegah adalah sewaktu sholat
ataupun mengaitkannya dengan ibadah. Begitu juga niat orang yang bertepuk tangan
untuk mengejek, menghina ataupun memuji orang yang tidak sepatutnya.
hukum bertepuk tangan dalam suatu forum, misalnya saja tabligh
akbar, adalah mubah. Sebab, bertepuk tangan termasuk perbuatan jibiliyah (af’al
jibiliyyah) yang hukum asalnya mubah, sepanjang tidak ada dalil yang
mengharamkan (Taqiyuddin an-Nabhani, asy-Syakhshiyyah Al-Islamiyah,
III/85).
Jika ada dalil tertentu yang mengharamkan suatu perbuatan jibiliyah, barulah
hukumnya haram.
nah bagaimana menurut pendapat teman-teman??
mari kita renungkan bersama :-)
Wassalamu'alaikum

trima ksih infonya.. ilmu baru buat saya ^^
BalasHapussama-sama mb'... :))
Hapussubhanallah.. :)
BalasHapussesuatu
HapusBisa gg ketik.a gg usah bnyak2 gtu, hahahaha :D
BalasHapusgak bisa eee,,
Hapusolah raga jari
olahraga jari ????
Hapusmg.a jari kamu lg bermasalah yah........?
hahahaha
,bermanfaat infonya,,
BalasHapus,
.http://ettymawarni.blogspot.com/
(y)
Hapusbaru tau saya.tengkyu atas infonya.
BalasHapusmakasih atas infonya :)
BalasHapusbaru tau lohh
BalasHapushttp://tiyaslingling.blogspot.com/
wah tepuk tangan ada kaidahnya toh, hhe
BalasHapushaha iya
BalasHapusoalah gitu toh, makasih infonya mba:)))
BalasHapusiya sama-sama mb' cantik
Hapustepuk kaki saja kalu begitu :D
BalasHapushttp://tiaratianisa05.blogspot.com/
boleh-boleh :D
Hapusharus hati hati ya walau hanya sekedar tampak seperti tepuk tangan
BalasHapusiya,, kita kurang merhatiin hal-hal sepeleh kayak gitu
Hapus